Metode Grafik Ganda: Metode Numerik Part 2

Ini pseudocode metode grafik ganda dengan dialek bahasa C:

C
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
//bisection
//by Giri Prahasta Putra
//http://cengek.com
//bisection
float bisection (float _a, float _b, float err){
float a; //penampung variabel a
float b; //penampung variabel b
//kita masukkan nilai ke variabel
//sebenarnya langsung pakai juga nggak apa-apa sih
a = _a;
b = _b;
//kita deklarasikan untuk titik tengah
float T;
//kita cek selama nilai absolut dari b-a masih besar dari error maka lakukan pencarian nilai
while(abs(b-a) > err){
//masukkan angka untuk titik tengah
T = (a+b)/2
//jika fungsi a * fungsi T jawabannya 0 berarti jawaban titik yang dicari adalah T
if(func(a)*func(T) == 0){
return T;
}else{
//selain itu cek, jika lebih kecil maka
//b sekarang adalah titik tengah
//jika lebih besar
//a sekarang adalah titik tengah
if(func(a)*funct(T) < 0){
b = T;
}else{
a = T;
}
}
}
//jika nilai absolut (b-a) < err maka jawaban telah diproses
//maka jawabannya adalah T
return T;
}

Simpel kan? 😀 Selamat mengggunakan metode grafik ganda! Feel free to suggest or correct everything in this post :D. Di post berikutnya saya akan menuliskan tentang metode posisi palsu. See ya! Best Regards Giri

Pages: 1 2 3