Aplikasi pengolah grafis itu tidak perlu mahal

Blender jalan tanpa XQuartz, kerasa native apps banget :D

Berapa banyak aplikasi grafis yang sobat kenal? CorelDRAW? Photoshop? Freehand? dan pack lengkap dari Adobe lainnya? Yippie, aplikasi-aplikasi tersebut memang spektakuler dan menghasilkan grafis yang luar biasa. Terlebih lagi banyak perusahaan yang menggunakan file format proprietary dari aplikasi ini sebagai bentukan standar pekerjaan mereka.

Ups, namun sayangnya harga-harga aplikasi tersebut lumayan juga, sebanding sih dengan fasilitas dan hasil yang diberikan. Namun tahukah sobat untuk melakukan manipulasi grafis di komputer bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi yang murah meriah (uhuk, gratis)? Sebagian sudah tahu mungkin yah. Untuk bagi-bagi pengalaman, berikut saya ceritakan 3 aplikasi murah tapi tidak murahan favorit saya (ini gayanya kayak on the spot banget).

1. Inkscape

Ini adalah aplikasi favorit saya sejak SMA. Selagi menggunakan Ubuntu (ini masa-masa teracuni FOSS :D), saya berusaha mencari aplikasi yang dapat melakukan pengolahan grafis sama seperti CorelDRAW, yah.. karena aplikasi besutan Corel ini hanya bisa dijalankan di Windows. Walhasil saya perlu mengorek-ngorek internet untuk mencari yang serupa.

Bersyukurlah distro Linux yang satu ini memberikan Ubuntu Software Centre. Dengan mencari query “Vector Design”, jreng! Ada deh Inkscape.

Saat pertama kali menggunakannya masih rada kagok.ย Menu-menu yang ada tidak diberikan secara eksplisit seperti yang diberikan CorelDRAW, apalagi itu Inkscape versi.. berapa ya? Jadul banget. Hm.. tapi tampilannya mirip loh dengan CorelDRAW. Jadi workflow saya hanya berubah sedikit, shortcutnya saja beda, dan agak aneh (untuk select tekan F1, untuk edit node tekan F2) dan lebih anehnya lagi saya kecanduan dengan shortcut ini, membuat saya lupa shortcut untuk CorelDRAW.

Hm.. karya-karya saya masih sangat sederhana waktu itu, sekedar kotak-kotak, hihi. Tapi berawal dari sana saya menjadi menyukai Inkscape dan ternyata banyak tool yang bisa digunakan dengannya.

Untuk mendownload aplikasi ini bisa kunjungi websitenya di http://www.inkscape.org

Karya saat saat keracunan FOSS

iPuke, halah

Dan yang agak kompleks ๐Ÿ˜€

Sampai yang polish gini (ini mah baru tadi bikinnya)

Sampai yang polish gini (ini mah baru tadi bikinnya)

atau karya poster saya diย http://cengek.com/2012/01/09/wallpaper-gratis/ (passwordnya: pstrcgk)

 

2. GIMP

Hm.. kalau tidak salah aplikasi ini lebih dulu saya kenal daripada Inkscape. Yup, waktu itu sudah preinstalled dengan Ubuntu, namun saya lebih jarang menggunakannya.ย Kapan saya menjadi lebih sering menggunakannya? Saya dicekoki aplikasi ini saat Agate Mobile Game Developer Camp :p . Bayangin aja deh, disuruh membuat Pixel Art, ngebatik dengan pixel menggunakan mouse dan dihadapkan dengan GIMP, gimana nggak teracuni? Hihi.

Hikmah dari peracunan ini, saya takjub. Aplikasi ini sangat powerful! Bisa melakukan serangkaian hal yang sudah cukup membantu saya dalam mengolah grafis. Filter? Ada. Cropping? Ada. Painting? Ada, bahkan terintegrasi dengan pen tablet. Plugins? Woohoo.. berserakan di dunia maya.

Yang saya sukai dari GIMP adalah kemampuannya untuk membuat spritesheet dengan mudah menggunakan plugins. Keren deh, tinggal klik langsung jadi, hihi ๐Ÿ˜€

Untuk mendownload aplikasi ini silahkan kunjungi http://www.gimp.org

bisa bikin kayak gini

kayak gini

dan kayak gini ๐Ÿ˜€

3. Blender

Aplikasi yang satu ini yang menurut saya paling we-o-we (baca: wow). Bagaimana tidak? Aplikasi pengolahan 3D dan diberikan secara cuma-cuma? Yang bikin nggak sebaik apa coba?

Saya kenal pertama kali sejak masih menggunakan komputer Windows XP dengan harddisk 80 GB (si Acer tua saya, jadi kangen gimana kabarnya, weits, oot). Ketika itu Blender masih memiliki tampilan yang, apa yah? Seolah tidak ada tombolnya sama sekali! Satu 3D view dan tools yang ada di bawahnya itu, hiiiy, bikin bulu kuduk saya merinding. Ini aplikasi apaan. Namun setelah melihat gallery dan contoh-contoh karyanya, uwiiw, saya terkagum-kagum.

“Aplikasi-kurang-tombol ini powerful ternyata,”

Namun karena kurang tombol jadi saya kurang bisa mengeksplorasi sendiri. Hihi, kebiasaan saya untuk mencoba mengutak-atik tanpa melihat manual dan tutorial. Walhasil? Setelah mencoba membuat kotak, akhirnya terbengkalai. Yea, membuat kotak mudah kan di Blender? Tinggal create new *dead*

Baru setelah versi 2.5 dan kawan-kawan (kalau nggak salah yah) tampilan dari Blender diperbaharui. Kini aplikasi-kurang-tombol lebih terasa user friendly. Tombolnya diperbanyak! Yeay! User Interfacenya juga lebih saya mengerti, rapi, dan jelas. Ada toolbox, ada timeline, dan sebagianya. Ini lebih menyenangkan, daripada bentuk semacam ribbon yang ada di versi-versi sebelumnya.

Dan saya mencoba Blender lagi? Setelah tidak sengaja menemukan modul-modul aneh di server internal kampus saya, hihi. Semacam membuat kaleng yang bergoyang-goyang. Butย damn, saya lupa menaruh modul itu dimana.

Kini saya bisa membuat kotak bercahaya lo! (Iya, kotak juga, tapi kini bercahaya, keren kan? Kan? Kan?)

Satu lagi, yang saya sukai dari Blender, tidak menggunakan X11/XQuartz di Mac! Uhuy!

Blender jalan tanpa XQuartz, kerasa native apps banget :D

Blender jalan tanpa XQuartz, kerasa native apps banget ๐Ÿ˜€

Untuk mengunduh aplikasi ini sobat bisa mengunjungi http://www.blender.orgย . Oh iya, Blender selalu memberikan Open Movie Project loh, tahu Big Buck Bunny? tahu Sintel the Movie? Itu semua karya menggunakan Blender lo! ๐Ÿ˜€

I told you it was cool :P

I told you it was cool ๐Ÿ˜›

 

Oke, itu dia 3 aplikasi yang murah meriah (gratis) favorit saya. Masih belum percaya kalau aplikasi-aplikasi tadi bisa membuat karya spektakuler? Hm.. lihat deh post dari Chris Hildenbrand tentang 2D Game Art for Programmers nya, atau galeri 3D Blender yang bikin terperanjat, atau contoh komunitas pengguna GIMP?

Yang pasti, untuk membuat karya grafis itu tidak harus menggunakan aplikasi yang mahal dan lengkap kok. Semuanya tergantung dari kemampuanmu untuk berimajinasi dan berani untuk mengeksplorasi. Karena aplikasi yang paling keren ya ciptaan Tuhan, yakni manusia itu sendiri (sumveh kata-kata gue, merinding~) ๐Ÿ˜€

Sip deh, selamat berkreasi!

Best Regards

Giri

  • http://twitter.com/fachri_ars Fachri

    mantep,, asikk ๐Ÿ˜€

  • GenFrog

    Mau tanya, kok Blender gak jalan di kompi saya ya, padahal saya sudah download dari tiga tempat berbeda, dan malah juga sudah unduh dari site resminya, itu kenapa yak?
    Saya pake Pentium 4 2.00GHz dengan OS XP.
    Mohon pencerahannya..